Meski kini menjadi jalur singgah Roro dan Pelni, fasilitas pendukungnya belum lengkap. Tanpa pelengsengan dan turap, kapal Roro enggan merapat saat musim angin utara.
Akibatnya, kapal Pelni sering hanya lego jangkar di tengah laut—dan kapal kayu harus menjemput penumpang serta logistik dalam kondisi berbahaya.
Bagi Cen Sui Lan, Midai bukan pinggiran, melainkan beranda depan NKRI.
“Perbatasan bukan garis akhir. Perbatasan adalah garis mulai kita berdiri,” tegasnya.
Kunjungan kerja intens sehari ini meninggalkan daftar pekerjaan besar yang akan dibawa Cen ke kementerian: irigasi, sawah baru, jalan lingkar, pengaman pantai, dan pelabuhan perintis. Semua mengarah pada satu tujuan: menjadikan Midai lebih mandiri dan kuat menghadapi musim utara yang makin ekstrem.













