- Pemerintah Desa: penyediaan lahan, kelembagaan kelompok tani, pengelolaan awal.
- Pemerintah Kabupaten: perencanaan teknis, pembinaan pertanian, jaringan distribusi air lokal.
- Pemerintah Provinsi: dukungan alsintan untuk daerah terluar.
- Pemerintah Pusat: cetak sawah baru, bibit unggul, penyuluhan, dan penguatan program ketahanan pangan nasional.
Pulau Midai merupakan salah satu wilayah yang paling rawan kelangkaan bahan pokok ketika musim utara datang. Tanpa Pelni atau Roro yang merapat, harga kebutuhan pokok langsung melambung.
Kapal kayu dari Pemangkat menjadi tumpuan utama masyarakat. Namun ketika cuaca buruk, akses pangan menjadi taruhan.
Karena itu, ketahanan pangan—mulai dari sawah, peternakan, hingga infrastruktur—menjadi isu mendesak bagi Midai.
Cen Sui Lan bersama Wakil Bupati, TP2D, dan anggota DPRD meninjau jalan lingkar Midai yang akan direvitalisasi.
“Ini akses vital penghubung desa-desa, urat logistik distribusi pangan. Revitalisasinya harus cepat,” tegas Cen.
Menurutnya, jalan lingkar bukan cuma lapisan aspal, tetapi faktor penentu fluktuasi biaya hidup warga pulau terluar.
Perjalanan Cen berlanjut ke sisi Utara Midai menggunakan mobil ambulans menembus medan menanjak. Di sana, abrasi laut mulai menggerus garis pantai.
Ia memastikan lokasi masuk prioritas Program Pengamanan Pantai—mitigasi pesisir untuk menyelamatkan akses warga dan pemukiman di pulau kecil.
Kunjungan ditutup dengan peninjauan Pelabuhan Perintis, yang menjadi pusat harapan warga Midai karena setiap kapal yang merapat membawa bahan pokok.
“Pelabuhan ini dulu aspirasi kita di DPR RI,” ujar Cen.













