Evaluasi ini akan diikuti dengan penguatan tata kelola alokasi tanah, termasuk penyaringan lebih ketat terhadap calon investor agar hanya mereka yang berkomitmen tinggi yang mendapat fasilitas lahan dari BP Batam.
“Kami ingin Batam tumbuh pesat sebagai pusat investasi unggulan di Indonesia. Oleh sebab itu, berbagai persoalan termasuk lahan harus segera diselesaikan secara tegas dan profesional,” ujar Syarlin.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat strategis BP Batam, seperti Sudirman Saad (Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan), Mouris Limanto (Deputi Bidang Infrastruktur), Brigjen Pol Teguh Yuswardhie (Direktur Pengamanan Aset), dan Ilham Eka Hartawan (Direktur Pengelolaan Pertanahan), serta jajaran eselon III lainnya.













