“Meski kami memiliki safety, namun peran orangtua dalam mengawasi anaknya juga sangat dibutuhkan. Jangan hanya mengandalkan kami. Apalagi kami juga sudah memasang pemberitahuan dan imbauan,” tegasnya.
Sementara menurut keterangan orangtua Ama, Nur Aini, mengaku saat kejadian ia juga berada di lokasi. Namun kejadian itu begitu cepat sehingga ia tidak memperhatikan bagaiman anaknya sampai tenggelam.
“Padahal saya baru mengambil foto anak saya, kemudian ia berlari ke kolam dan saya sedang memainkan handphone. Kejadiannya begitu cepat, saat saya melihat ke kolam, ternyata anak saya sudah digendong ke atas oleh petugas dari hotel,” ucap Nur Aini.
Ia merupakan bukan tamu hotel, melainkan datang ke hotel karena ada saudara yang menginap dan mengikuti kegiatan di hotel tersebut.
“Saya diajak ke hotel oleh saudara, biar bisa bawa anak-anak berenang, dan tidak menyangka akan kejadian ini. Karena saat itu anak saya mandi dengan abangnya yang berusia 13 tahun,” terang Nur Aini.
Adanya kejadian ini juga menjadi pelajaran berharga bagi dirinya untuk lebih menjaga anak-anak saat bermain. Ia juga sangat bersyukur dengan tindakan yang dilakukan pihak hotel karena cepat tanggap memberikan pertolongan pertama untuk anaknya.
“Saya sangat berterimakasih kepada pihak hotel. Meski ini kelalaian saya, namun pihak hotel juga tidak mau lepas tangan dan bahkan sampai ikut mengantarkan dan menemani saya di rumah sakit. Sekarang anak saya susah sadarkan diri. Kalau tadi tidak cepat diberi pertolongan pertama dari pihak hotel, saya tidak tahu lagi apa yang akan terjadi,” ucap Nur Aini sambil berlinang air mata.













