Natuna – Perumda Tirta Nusa Kabupaten Natuna menyebut potensi sumber air bersih di kawasan Gunung Ranai sejatinya dapat mencukupi kebutuhan masyarakat wilayah Ranai dan beberapa Kecamatan. Hanya saja belum terkelola maksimal.
Direktur Perumda Tirta Nusa, Zaharuddin mengatakan, pemenuhan pelayanan air mineral untuk kebutuhan pelanggan adalah tugas utama yang harus diselesaikan. Tidak hanya mendata potensi sumber air, penataan dan pengelolaan sumber air sangat penting. Mengingat sumber air mineral berada di kawasan hutan Gunung Ranai.
“Kami akan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan semua pihak agar pengelolaan air bersih, supaya terpusat dikelola SPAM Tirta Nusa sesuai regulasi dan undang-undang,” sebut Zaharuddin dalam temu ramah dengan pejabat kehutanan, Kamis (22/6/2023).
Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi Unit V Natuna, Tri Soesilo Hadhi menjelaskan, dalam Undang-Undang nomor 41 tahun 1999 sudah menerangkan mekanisme pengelolaan kawasan hutang lindung, termasuk di Gunung Ranai.
Terkait usaha air bersih SPAM Tirta Nusa sambungnya, jika sumber air bersih berada di wilayah hutan, maka harus melakukan kerjasama dengan pihak berwenang. Saat ini adalah Gapoktan Lappan yang sudah menerima mandat hukum dalam izin pengelolaan hutan dari Kementerian kehutanan.