Dalam kunjungannya, Wagub Kepri tidak hanya melihat kondisi fisik pembibitan, tetapi juga membuka ruang dialog dengan para pengelola dan kelompok tani setempat. Dialog ini berfokus pada tiga hal krusial:
Perkembangan riil program pembibitan di lapangan.
Kesiapan lahan siap tanam.
Manajemen tata alur dan rencana distribusi bibit kepada masyarakat.
Langkah pengawasan ini sengaja dilakukan demi memastikan intervensi anggaran dari pemerintah pusat berjalan optimal, tepat sasaran, dan memberikan dampak ekonomi yang instan serta berkelanjutan bagi para petani lokal.
Kabupaten Natuna memiliki keunggulan geografis dan karakteristik tanah yang sangat cocok untuk pertumbuhan tanaman kelapa. Dengan hadirnya varietas unggul lokal ini, produktivitas perkebunan masyarakat diharapkan mampu melonjak drastis dibanding menggunakan bibit biasa.
Selain memperkuat ketahanan pangan daerah, hilirisasi dari komoditas kelapa ini diproyeksikan mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) serta membuka lapangan kerja baru di sektor agroindustri.
Pengembangan ini menjadi bukti bahwa wilayah beranda depan NKRI seperti Natuna memiliki posisi tawar yang kuat dalam peta pembangunan pertanian nasional yang berkelanjutan.







