Dalam kegiatan tersebut, puluhan mahasiswa tampak antusias mengikuti pemaparan materi yang disampaikan oleh pemandu Museum Raja Ali Haji Batam, Raja Zunesti.
Materi yang disampaikan meliputi sejarah Batam sejak masa Kesultanan Riau-Lingga hingga transformasinya menjadi kawasan industri, perdagangan, dan investasi bertaraf internasional.
Salah seorang mahasiswa, Alya Maitsa Karnia Ginting, mengaku senang dapat mengikuti kuliah lapangan tersebut karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda sekaligus memperkaya wawasan sejarah.
“Menurut saya, kuliah lapangan jauh lebih menarik dibandingkan hanya belajar di dalam kelas. Berbicara tentang hukum di Tanah Melayu tentu tidak dapat dilepaskan dari akar sejarah dan peradaban yang melatarbelakanginya”ungkap Alya.
Senada dengan itu, Muhammad Aqila Al Ghazanfar menilai kegiatan kuliah lapangan mampu meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap sejarah dan budaya daerah.
“Kegiatan ini memberikan wawasan yang lebih luas serta mendorong mahasiswa untuk lebih memahami sejarah dan kekayaan budaya yang dimiliki Provinsi Kepulauan Riau,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Universitas Batam menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga pengalaman nyata yang mampu membentuk karakter, wawasan kebangsaan, serta kecintaan mahasiswa terhadap sejarah dan budaya daerah.












