Pemimpin Bukan Nabi
Di titik ini, publik layak bertanya: apakah pemimpin hari ini dituntut menjadi nabi? Dituntut punya tongkat Musa?
Jawabannya tentu tidak.
Pemimpin tidak dituntut membelah laut, tetapi membereskan sampah.
Tidak diminta menurunkan mukjizat, tetapi menyelesaikan masalah secara konsisten dan terukur.
Metafora Tongkat Nabi Musa seharusnya menjadi pengingat, bukan tameng. Bahwa kekuasaan memang terbatas, tetapi tanggung jawab tidak boleh ikut terbatas.
Pada akhirnya, rakyat tidak menunggu mukjizat. Rakyat hanya menunggu kerja yang nyata.













