BatamPendidikan

Pemko Batam Gaet Jeonju Vision College Korea, Buka Peluang Beasiswa dan Kerja Bagi Anak Muda

6
×

Pemko Batam Gaet Jeonju Vision College Korea, Buka Peluang Beasiswa dan Kerja Bagi Anak Muda

Share this article
Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat menerima audiensi delegasi Jeonju Vision College Korea Selatan terkait program beasiswa vokasi.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad saat menerima audiensi delegasi Jeonju Vision College Korea Selatan terkait program beasiswa vokasi.
banner 468x60

“Kami meyakini Jeonju Vision College dapat menjadi mitra strategis untuk mencetak SDM unggul yang langsung terserap oleh kebutuhan industri masa depan,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, President Jeonju Vision College, Woo Byung-hun, mengungkapkan kesiapan kampusnya untuk menampung mahasiswa berbakat dari Batam. Kampus vokasi yang berbasis di Kota Jeonju tersebut saat ini menampung sekitar 3.000 mahasiswa internasional dengan kurikulum yang terintegrasi langsung dengan industri Korea.

BACA JUGA:  Mau Foto-Foto di Jembatan Barelang? Pahami Dulu Aturan Baru yang Makin Ketat Ini!

Sebagai bentuk komitmen awal, Jeonju Vision College menyiapkan kuota khusus untuk 20 hingga 30 peserta asal Batam untuk mengikuti program pendidikan dan pelatihan berbasis beasiswa.

“Kami ingin memberikan kesempatan kepada putra-putri Batam melalui program beasiswa, skema kuliah sambil bekerja paruh waktu (part-time), pelatihan bahasa, hingga penyiapan karier profesional setelah lulus,” terang Woo Byung-hun.

BACA JUGA:  Siapkan Pemanah Terbaik, PERPANI Batam Seleksi Atlet Menuju Porprov Kepri VI 2026

Woo menambahkan bahwa pihaknya fokus pada pengembangan keahlian di bidang perkapalan, mesin, otomotif, hingga sektor energi terbarukan seperti tenaga angin dan surya—sektor yang sangat relevan dengan kebutuhan industri di Batam.

Penjajakan kerja sama internasional ini diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan luar negeri bagi generasi muda Batam, tetapi juga mampu memperkuat daya saing tenaga kerja lokal dalam menjawab tantangan industri global.