“Semua capaian ini adalah modal kuat bagi Batam untuk melangkah maju. Kami optimistis Batam bisa menjadi pusat investasi dan pariwisata unggulan di Asia Tenggara,” katanya dengan penuh keyakinan.
Seminar ini tidak hanya menjadi ajang promosi daerah, tetapi juga forum pertukaran ide. Para pakar dari Indonesia dan Jepang memaparkan praktik terbaik dalam penguatan keuangan lokal serta pengelolaan BUMD. Harapannya, diskusi lintas negara ini melahirkan tata kelola daerah yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan.
Dengan tampil “jualan data” di forum bergengsi ini, Amsakar menegaskan posisi Batam sebagai kota strategis yang siap bersaing di panggung global.













