BatamBudayaZona Headline

Batam Perkuat Jati Diri Melayu: Pansus DPRD Kebut Finalisasi Ranperda LAM sebagai Payung Ormas

66
×

Batam Perkuat Jati Diri Melayu: Pansus DPRD Kebut Finalisasi Ranperda LAM sebagai Payung Ormas

Share this article
Ormas melayu di Batam. (Foto: ist)
banner 468x60

Berdasarkan draf yang disusun oleh Ketua Pansus Muhammad Yunus, S.Pi, regulasi ini tidak hanya mengatur soal tradisi, tetapi juga tata kelola hubungan antarlembaga, di antaranya:

  • Hubungan Kelembagaan: Mengatur relasi formal antara LAM dengan Pemerintah Kota Batam dan BP Batam.
  • Penjaga Silsilah: Penegasan hubungan LAM dengan Zuriat Raja Nong Isa.
  • Harmoni Sosial: Pengaturan hubungan LAM dengan berbagai paguyuban etnis di Batam yang heterogen.
  • Standarisasi Gelar: Ketentuan baku mengenai pemberian gelar adat dan gelar kehormatan.
BACA JUGA:  WNA Malaysia Ditangkap di Batam, Terlibat Eksploitasi Seksual Remaja 16 Tahun di Hotel Penuin

Membentengi Budaya di Kota Industri

Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 menunjukkan penduduk Batam telah mencapai 1,29 juta jiwa. Dengan tingkat kemajemukan yang sangat tinggi, Wali Kota Batam Amsakar Achmad melalui Sekda Firmansyah menyatakan bahwa identitas Melayu adalah local genius yang harus dilindungi.

“Di tengah status Batam sebagai kawasan perdagangan bebas, LAM memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah untuk memastikan pembangunan tetap inklusif tanpa mencabut akar budaya lokal,” ungkap pihak eksekutif dalam pemandangan umumnya.

BACA JUGA:  Tragis! Hilang 4 Hari, Wanita di Muara Enim Ditemukan Tewas Terbakar, Pelakunya Mantan Pacar

Perjalanan Panjang Menuju Pengesahan

Proses Ranperda inisiatif DPRD ini telah melewati rangkaian tahapan panjang sejak Januari 2026:

7 Januari: Penyampaian penjelasan pengusul dan naskah akademik dari Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).

14 Januari: Jawaban positif Wali Kota Batam atas usulan Ranperda.

21 Januari: Persetujuan seluruh fraksi DPRD dan pembentukan Pansus yang diketuai Muhammad Yunus dengan Wakil Ketua Surya Makmur Nasution.

BACA JUGA:  Jalan Lebar Batam Jadi Pisau Bermata Dua: Mulus di Aspal, Mematikan di Jalan Raya

3 Februari: RDPU (Konsultasi Publik) yang menghadirkan tokoh kunci seperti Datuk Wira Setia Utama Raja Haji Muhammad Amin serta panglima-panglima adat seperti Udin Pelor (Gagak Hitam) dan Suherman (Lang Laut).