Tak hanya faktor gizi, penyakit seperti diare dan demam, serta akses terbatas ke air bersih dan sanitasi layak memperburuk kondisi anak di beberapa wilayah.
Untuk mengatasi ini, Dinas Kesehatan menerapkan strategi ganda: intervensi spesifik, seperti pemberian tablet tambah darah bagi remaja dan ibu hamil, serta intervensi sensitif lintas sektor melibatkan Dinas Perikanan, Pendidikan, PUPR, Ketahanan Pangan, hingga Kementerian Agama.
“Kontribusi lintas sektor menyumbang 70 persen dari total upaya penurunan stunting di Natuna. Ini bukan kerja satu dinas saja,” tegas Hikmat.













