Hal senada diungkapkan Plt Sekretaris Disnaker Batam, M. Zaini. Pihaknya mengaku bangga karena Kota Batam menjadi pelopor kompetisi keahlian teknis ini.
“Pemerintah Kota Batam bangga karena program ini baru berjalan di Kota Batam dan pertama di Indonesia. Mudah-mudahan ini bukan yang terakhir, tetapi menjadi awal untuk berkembang ke kompetisi bertaraf internasional lainnya. Kami akan sampaikan kepada pimpinan agar ke depan mendapat perhatian dan dukungan penuh dari Pemko Batam,” tegas Zaini.
Chairman Association for Materials Protection and Performance (AMPP) Batam Chapter, Azizar Lawer, menjelaskan bahwa kompetisi ini diikuti oleh 8 perusahaan ternama di wilayah Batam, Bintan, dan Karimun.
Setiap perusahaan mengirimkan tim yang terdiri dari 3 tenaga ahli (Blaster, Painter, dan Supervisor).
“Sesi pagi kita fokus pada kompetisi blasting (surface preparation), lalu siang hari dilanjutkan dengan painting competition yang dievaluasi langsung oleh 3 juri profesional,” jelas Azizar.
Acara ini didukung penuh oleh 8 perusahaan produk blaster dan painter. Total hadiah yang diperebutkan mencapai puluhan juta rupiah.
“Goal utama kami sebenarnya bukan sekadar bertanding, melainkan membangun networking antara pelaku usaha, praktisi, dan supplier. Sebagai asosiasi, AMPP menjadi wadah yang menghubungkan produsen cat dengan para penggunanya secara langsung,” tambah Azizar.







