Selain harus mengupayakan air tandon secara mandiri untuk urusan pemulasaraan jenazah, kepanikan warga juga memicu ketegangan di area perumahan. Sejumlah warga yang frustrasi sempat menggeruduk rumah pengurus RT dan bersitegang dengan pihak pengembang (developer) perumahan demi menuntut akses air dari sumur bor.
Keterlambatan pengiriman armada tangki air dari pihak ABH disinyalir menjadi penyuplai kepanikan warga. Zuleha mengaku pihak RT telah terus-menerus menghubungi layanan call center ABH, tetapi armada penyuplai kerap terlambat tiba dengan alasan padatnya titik antrean distribusi air tangki se-Kota Batam.
Sebelumnya, imbas kebocoran pipa 800 mm sejak Jumat (28/8/2026) telah melumpuhkan suplai air minum di belasan kawasan strategis, meliputi:
Batam Centre dan Sekitarnya: Sukajadi, Batu Batam, Anggrek Mas, Orchide, Rosedale, Dutamas, Citra Batam, Livia, Kintamani, Bengkong Nusantara, serta Kawasan Industri Batam Centre.
Batu Aji, Sekupang, dan Sagulung: Tembesi, Barelang, Saguba, Fanindo, Marina, dan sekitarnya.
Pihak Air Batam Hilir menegaskan bahwa usai penanganan teknis selesai Sabtu sore, proses penormalan (normalisasi) aliran air minum ke rumah pelanggan membutuhkan waktu secara bertahap.














