harris
BatamLayanan Publik

Cerita Memprihatinkan dari Gesya Marina: Air ABH Mati, Warga Patungan Pikap Mandikan Jenazah

65
×

Cerita Memprihatinkan dari Gesya Marina: Air ABH Mati, Warga Patungan Pikap Mandikan Jenazah

Share this article
Suasana warga Gesya Eternal Marina Sekupang antre membawa galon dan ember mengisi air bantuan tangki air bersih.
Suasana warga Gesya Eternal Marina Sekupang antre membawa galon dan ember mengisi air bantuan tangki air bersih.
banner 468x60

Selain harus mengupayakan air tandon secara mandiri untuk urusan pemulasaraan jenazah, kepanikan warga juga memicu ketegangan di area perumahan. Sejumlah warga yang frustrasi sempat menggeruduk rumah pengurus RT dan bersitegang dengan pihak pengembang (developer) perumahan demi menuntut akses air dari sumur bor.

Keterlambatan pengiriman armada tangki air dari pihak ABH disinyalir menjadi penyuplai kepanikan warga. Zuleha mengaku pihak RT telah terus-menerus menghubungi layanan call center ABH, tetapi armada penyuplai kerap terlambat tiba dengan alasan padatnya titik antrean distribusi air tangki se-Kota Batam.

BACA JUGA:  Pipa 800mm di Muka Kuning Bocor: Suplai Air Batam Centre hingga Barelang Mati Total

Sebelumnya, imbas kebocoran pipa 800 mm sejak Jumat (28/8/2026) telah melumpuhkan suplai air minum di belasan kawasan strategis, meliputi:

Batam Centre dan Sekitarnya: Sukajadi, Batu Batam, Anggrek Mas, Orchide, Rosedale, Dutamas, Citra Batam, Livia, Kintamani, Bengkong Nusantara, serta Kawasan Industri Batam Centre.

Batu Aji, Sekupang, dan Sagulung: Tembesi, Barelang, Saguba, Fanindo, Marina, dan sekitarnya.

BACA JUGA:  Suplai Air Mati Total di Belasan Wilayah Batam, Begini Update Terbaru dari Lokasi Perbaikan

Pihak Air Batam Hilir menegaskan bahwa usai penanganan teknis selesai Sabtu sore, proses penormalan (normalisasi) aliran air minum ke rumah pelanggan membutuhkan waktu secara bertahap.