Ia menargetkan omzet Rp 1,2 triliun per tahun dengan kapasitas produksi tin solder powder hingga 200 ton per tahun. Pihaknya bahkan berencana untuk mengembangkan kapasitasnya hingga 16 ribu ton per tahun.
“Perusahaan akan memproduksi 200 ton tin solder powder per tahun, dan akan ditingkatkan hingga 16 ribu ton dengan omset Rp 1,2 triliun per tahun,” papar Hashim.
Produk PT Solder Tin Andalan Indonesia berbahan baku timah akan diolah untuk komponen elektronik dan ditujukan untuk ekspor ke Amerika, India, China, Taiwan, dan Eropa.
Di sisi lain, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan hilirisasi merupakan hal penting untuk meningkatkan ekonomi Indonesia. Hilirisasi akan mendorong pembangunan ekosistem industri dalam negeri secara terintegrasi.
“Pemerintah telah mengharuskan adanya hilirisasi bagi sektor pertambangan dan batu bara,” ujar Ansar.
Ansar juga mengapresiasi investasi ramah lingkungan dan sesuai konsep green energy tersebut. Dia berharap investasi ini membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi perekonomian Batam dan Kepri.













