harris
BatamNasionalZona Headline

Ada Campur Tangan Asing di Rempang? Ini Jawaban Bahlil

241
×

Ada Campur Tangan Asing di Rempang? Ini Jawaban Bahlil

Share this article
Bahlil Lahadalia. (ist)
banner 468x60

Bahlil enggan menyebutkan nama negara mana saja yang terlibat dalam kasus Rempang karena terkait dengan etika hubungan luar negeri. Namun, dia menekankan, banyak negara tetangga yang juga takut bersaing dengan Indonesia dalam pengembangan bisnis atau hilirisasi pasir kuarsa oleh investor luar negeri.

“Saya enggak boleh menyampaikan negara mana, tetapi saya yakin wartawan punya intuisi lebih rajam daripada saya, terjemahkan apa yang saya sampaikan ini,” tegas Bahlil.

BACA JUGA:  Rayakan Ultah ke-24, Paradise Indonesia Luncurkan Inisiatif 'Future Maker' dan Bangun SLB Daur Ulang Plastik

“Saya tidak mau sebut nama negara mana, tapi biasanya tetangga itu kan, kalau kita bersaing sama teman-teman sendiri kan, ya gitu deh,” ucap Bahlil.

Sebagaimana diketahui, Pulau Rempang akan disulap menjadi Rempang Eco City dan menjadi lokasi pabrik produsen kaca China, Xinyi Glass Holdings Ltd. Perusahaan itu menjadi perusahaan asing pertama yang akan mengucurkan dana investasi hingga 2080.

BACA JUGA:  Menteri ESDM Turun Tangan, Insiden Pemadaman Massal Batam Mulai Diusut

Xinyi Glass Holdings Ltd pun telah berkomitmen membangun pabrik pengolahan pasir kuarsa senilai US$11,5 miliar atau setara Rp 175 triliun dan menjadikannya sebagai pabrik kaca kedua terbesar dunia setelah di China.

Sebelumnya, saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Bahlil juga telah menyinggung keterlibatan asing dalam bentrokan di Rempang. Ia menilai ini karena tidak semua negara itu senang dengan Indonesia jika terus menerus mampu mengelola ekonominya dengan baik hingga cepat jadi negara maju. Salah satunya dengan hilirisasi.

BACA JUGA:  Bentrok Lahan Berdarah di Jembatan 4 Setokok Batam, 2 Orang Dilaporkan Tewas