KesehatanZona Headline

Heboh Sindikat Jual Organ, Bisa Begini Risiko Hidup dengan Satu Ginjal

134
×

Heboh Sindikat Jual Organ, Bisa Begini Risiko Hidup dengan Satu Ginjal

Share this article
Heboh sindikat jual beli ginjal. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Ivan-balvan)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Jakarta – Tim gabungan Polda Metro Jaya membongkar sindikat TPPO penjualan ginjal ke Kamboja. Total ada 12 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

para korban datang dari berbagai kalangan profesi yang mengaku tergiur menjual ginjalnya karena himpitan ekonomi pasca-pandemi COVID-19. Diketahui sudah ada 122 warga negara Indonesia (WNI) yang sudah melakukan transplantasi ginjal di Rumah Sakit Preah Ket Mealea.

BACA JUGA:  Foto Eksekutor Berlaras Panjang di Barelang Beredar, Senjata LSM Lang Laut Disita Polisi?

“Terjadi eksekusi transaksi ginjal itu di rumah sakit pemerintah, sehingga kami harus berkomunikasi dengan otoritas lebih tinggi, kami komunikasi ketat dengan kepolisian Kamboja,” jelas Kadivhubinter Mabes Polri Irjen Krishna Murti dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya.

Jual beli organ termasuk ilegal di banyak negara, termasuk Indonesia. Selain terkait dengan etik, ada hal yang berkaitan dengan keselamatan pasien saat melakukan jual-beli organ.

BACA JUGA:  Gusur Warga di Tengah Isu Mundurnya Investor, Proyek Rempang Eco-City Tuai Kecaman

Dikutip dari laman Healthline, ginjal berperan dalam menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, menjaga protein dalam darah, dan mengendalikan tekanan darah. Mengalami kerusakan ginjal akan berdampak pada tubuh secara keseluruhan.

Umumnya, hidup dengan satu ginjal bisa saja dilakukan. Apalagi jika memang mengalami kondisi seperti kelainan bawaan sejak lahir sehingga hanya memiliki satu ginjal.

BACA JUGA:  Atasi Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, Polres Anambas Pasok 20 Ton Air ke RSUD hingga Tempat Ibadah