BatamZona Headline

Cerita Abidin Hasibuan Menjelma Jadi Crazy Rich Batam, Pernah Tak Makan Seharian

6497
×

Cerita Abidin Hasibuan Menjelma Jadi Crazy Rich Batam, Pernah Tak Makan Seharian

Share this article
Abidin Hasibuan. ist
banner 468x60

Batam – Pria dengan nama lengkap Abidin Fan Hasibuan itu lahir pada 30 Oktober 1962 di Moro. Sejak kecil, dia bermimpi menjadi orang kaya dan punya pabrik empat lantai. Cita-cita itu dia upayakan agar terus tercapai.

Sekitar tahun 1980-an Abidin bersama sang istri pindah ke Batam. Di sana, dia bekerja serabutan, mulai dari berjualan telur, hingga menjadi calo paspor. Kesulitan ekonomi menjadi langganan Abidin saat pertama kali tinggal di Batam.

BACA JUGA:  Terungkap Saat Rekonstruksi! Ini Momen Paling Menegangkan Saat Jaka Kejar Diana di Pasir Kuning

Sulitnya ekonomi pernah membuat Abidin dan istri tidak makan satu hari karena tidak punya uang untuk membeli makan. Mereka mengganjal rasa lapar dengan minum air putih.

Abidin dan istri tidak mau menyerah dengan keadaan itu. Hingga akhirnya Abidin diterima bekerja dan karirnya cukup gemilang sebagai General Manager di PT Hi Tech Agratekron Sempurna, pada tahun 1987-1989.

BACA JUGA:  Tega! Pedagang Nasi Padang di Batam Kena Tipu: Sudah Pesan 4 Bungkus, Lauk di Etalase Juga Digasak ke Saku

Tahun 1989-1990, dia kemudian pindah kerja sebagai manajer produksi di PT Singamip. Di kedua perusahaan ini, Abidin menempa dirinya dan belajar, dan membangun mimpinya menjadi kenyataan.

Hingga di 1 Juni 1990, Abidin berhasil mendirikan perusahaannya sendiri dan diberi nama PT Sat Nusapersada yang biasa disingkat Satnusa. Abidin memulai sebuah revolusi manufaktur dengan membangun pabrik untuk melakukan perakitan papan sirkuit cetak (PCB) di kawasan Pelita, Batam.

BACA JUGA:  Misteri Perusakan 300 Pohon Jati Emas Batam Terungkap: Pelaku Ditangkap di Hutan Duriangkang

Pada awal beroperasi, Satnusa baru memiliki 22 orang karyawan, termasuk Abidin sendiri. Kemudian di tahun 1991, perusahaannya mengalami kesulitan keuangan, dan memaksa Abidin untuk meminjam uang kepada pengusaha lain.