harris
NasionalZona Headline

P2G Beberkan Bukti Pemerintah Pusat Tak Serius Angkat Honorer Jadi P3K

284
×

P2G Beberkan Bukti Pemerintah Pusat Tak Serius Angkat Honorer Jadi P3K

Share this article
Tenaga Honorer/Ilustrasi
banner 468x60

Jakarta – Pemerintah pusat dianggap tak serius mengangkat honorer menjadi P3K. Hal itu diutarakan Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G).

Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim mengatakan, jika hal itu terbukti dengan adanya 62.645 guru lulus passing grade (PG) hasil seleksi PPPK (P3K) 2021 yang sampai 2022 tidak juga mendapatkan formasi. Persoalannya adalah anggaran terbatas.

“P2G mendesak komitmen dan profesionalitas Kemendikbudristek, Kemenag, KemenPAN-RB, Kemenkeu, Kemendagri, BKN, dan seluruh pemda baik provinsi dan kota/kabupaten dalam melaksanakan perekrutan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK),” tutur Satriwan, Rabu (10/5/2023).

BACA JUGA:  Dipanggil Prabowo Soal Listrik Batam Padam, Suroso Isnandar Langsung Ditunjuk Jadi Dirut PLN

Baca juga: Ketua Limpul Nyari Ribut di Batam Gegara Teh Pakai Obenk

Persoalan PPPK guru sekarang, lanjutnya, menjadi cermin buruk tata kelola guru di tanah air. Indonesia membutuhkan 1,3 juta guru ASN sampai 2024. Anehnya pemerintah malah merekrut ASN kontrak bernama PPPK, bukan PNS.

Satriwan menegaskan PPPK solusi kekurangan guru jangka pendek. Seharusnya pemerintah merekrut guru PNS sebagai solusi jangka panjang. Dia menilai alasan pemerintah tidak merekrut guru PNS lagi, karena anggaran jumbo sangat aneh.

BACA JUGA:  Bukan Cuma Prabowo, Ini Daftar Ngeri Target Sadap Listyo Sigit Cs yang Bikin Bareskrim Turun Tangan

Sebab, anggaran pendidikan dalam APBN pun mengalami kenaikan signifikan setiap tahunnya. “Pada 2023 alokasi anggaran pendidikan dalam APBN sebesar Rp 612 triliun, naik 5,8 persen dari tahun 2022 sebesar Rp 574,9 triliun,” ujarnya.

Baca juga: Natuna dalam Kisah Sabotase Pesawat Paling Terkenal di Dunia

Dia menegaskan negara mengalami darurat kekurangan guru ASN, anggaran pendidikan besar pula Rp 612 triliun, tetapi pemerintah masih enggan merekrut guru PNS, sebuah ambivalensi dalam bersikap.

BACA JUGA:  Buntut Panjang Skandal Penyadapan: Istana Tegas Sebut Aksi Eks Kapolri Listyo Sigit Mengarah ke Makar!