Gudangberita.co.id, Jakarta – Menggurita dan mengerikan. Skandal penyadapan ilegal yang menyeret mantan Kapolri sekaligus Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, rupanya menyimpan fakta yang jauh lebih gelap dari sekadar spionase terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Bareskrim Polri baru saja menguak ‘Kotak Pandora’ dari server intelijen mereka. Hasilnya bikin merinding: operasi senyap yang dikomandoi Listyo Sigit bersama dua jenderal aktif lainnya ternyata menargetkan hampir seluruh elemen penting penggerak Republik ini!
Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin dalam konferensi persnya secara blak-blakan membongkar betapa masifnya jaring penyadapan ilegal yang beroperasi sepanjang tahun 2025 hingga 2026 tersebut.
“Sasaran penyadapan diduga tidak hanya milik Presiden Prabowo. Ada deretan panjang nomor pejabat negara, tokoh politik, tokoh media, tokoh organisasi masyarakat (ormas), LSM, hingga pengusaha,” ungkap Komjen Asep di Gedung Bareskrim Polri.
Fakta bahwa sistem Lawful Interception Management System (LIMS) milik Polri dibajak untuk kepentingan di luar penegakan hukum membuat publik geger. Berdasarkan temuan penyidik, nomor-nomor VVIP tersebut dimasukkan ke dalam server tanpa melalui proses verifikasi maupun prosedur penyelidikan dan penyidikan yang diatur dalam Perkap Nomor 5 Tahun 2010.














