Gudangberita.co.id, Batam — Pemerintah Kota (Pemko) Batam bergerak cepat menanggapi video viral lima pria yang mengaku sebagai warga Batam dan tertahan di tempat penampungan di Kamboja.
Saat ini, Pemko Batam berkoordinasi langsung dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI serta Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kepri untuk melacak keberadaan serta status keimigrasian mereka.
Dalam video yang beredar luas di media sosial, kelima pria tersebut memohon uluran tangan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra agar memfasilitasi kepulangan mereka ke Indonesia.
“Kami warga Batam yang saat ini berada di penampungan Kamboja memohon kebijakan dan bantuan Bapak untuk memfasilitasi pemulangan kami ke Tanah Air,” ujar salah satu pria dalam video tersebut. Mereka juga berharap Pemko Batam dapat berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat proses evakuasi.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, menyatakan bahwa kendala utama penanganan saat ini adalah minimnya data identitas resmi dari para warga di dalam video tersebut.
“Sudah kami koordinasikan dengan BP2MI Kepri dan Kemlu RI. Kedua lembaga menyampaikan jika tidak ada data lengkap, sulit melacak dan memastikan kebenaran status keimigrasian mereka,” jelas Rudi, Jumat (11/9/2026).













