Gudangberita.co.id, Natuna – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) resmi menghentikan penggunaan pendekatan pembangunan Jawa-sentris atau berkarakter kontinental (daratan) untuk wilayah kepulauan terluar.
Sebagai gantinya, Bappenas memilih Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, sebagai lokus percontohan nasional untuk menerapkan model pembangunan baru yang lebih adaptif, kontekstual, dan berbasis karakteristik wilayah pesisir.
Pengembangan model baru ini didasari atas kesadaran bahwa daerah kepulauan menghadapi tantangan geografis yang jauh berbeda dari wilayah daratan utama.
Langkah perumusan kebijakan ini diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) secara daring pada Selasa, 11 Agustus 2026, lalu dilanjutkan dengan peninjauan lapangan langsung oleh Tim Bappenas dan Bapperida Natuna pada 12–15 Agustus 2026. Tim menyisir berbagai fasilitas vital, mulai dari Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) dan Pelabuhan Pelni di Selat Lampa, PLTD Tanjung Kumbik, Embung Sebayar, hingga fasilitas kesehatan di Pulau Tiga Barat.
4 Pilar Model Pembangunan Baru Wilayah Kepulauan
Meninggalkan paradigma lama yang berfokus pada pembangunan fisik daratan semata, Bappenas merumuskan empat fokus utama yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat pulau:













