Gudangberita.co.id, Lingga – Masyarakat Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, baru-baru ini dihebohkan oleh kelangkaan minyak tanah yang memicu lonjakan harga tak wajar di tingkat eceran.
Isu ini mendadak viral di media sosial Facebook setelah sejumlah warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
Ironisnya, di tengah situasi sulit ini, harga minyak tanah di beberapa kios pengecer dilaporkan meroket tajam hingga menyentuh angka Rp13.000 per botol ukuran 1,5 liter.
Padahal, jika merujuk pada aturan resmi pemerintah, Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak tanah yang ditetapkan jauh lebih rendah, yakni hanya Rp4.600 per liter.
Selisih harga yang sangat mencolok ini pun langsung memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat: Mengapa harga minyak tanah di Singkep bisa melonjak hingga berkali-kali lipat?
Keterlambatan Pasokan Jadi Celah Spekulan
Menanggapi gejolak harga yang meresahkan warga, Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Kabupaten Lingga, Ardiansyah, memberikan klarifikasi. Menurutnya, akar masalah dari kelangkaan ini bukanlah pengurangan kuota dari pusat, melainkan murni masalah teknis pada rantai distribusi.
Keterlambatan pasokan inilah yang diduga dimanfaatkan oleh sebagian oknum pengecer untuk menaikkan harga secara sepihak.













