Gudangberita.co.id, Batam – Keandalan infrastruktur vital di Kota Batam kembali menjadi sorotan tajam. Jaringan pipa transmisi air bersih berdiameter 800 milimeter (mm) di jalur Simpang Plamo menuju Kepri Mall dilaporkan kembali jebol pada Kamis (11/6/2026).
Ironisnya, kebocoran ini terjadi tepat di titik yang sama dengan lokasi perbaikan yang baru saja dilakukan sebelumnya. Insiden berulang ini langsung memicu pertanyaan publik terkait kualitas kajian teknis, material, serta efektivitas proyek perbaikan darurat yang dilakukan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT Air Batam Hilir (ABH).
Akibat kerusakan yang terjadi berulang di titik yang sama ini, suplai air bersih ke kawasan padat penduduk dan pusat bisnis di pusat kota terpaksa dimatikan total.
Adapun wilayah yang terdampak langsung meliputi Kelurahan Taman Baloi, Kelurahan Teluk Tering, Kelurahan Sukajadi dan kawasan di sekitarnya.
Berdasarkan data internal tim teknis PT Air Batam Hilir, pihak manajemen berdalih bahwa kebocoran dipicu oleh struktur tanah yang labil pascahujan deras yang mengguyur Batam sejak Rabu (10/6/2026) kemarin. Pergeseran tanah tersebut disinyalir menjadi penyebab utama pipa raksasa kembali bergeser dari dudukannya dan bocor.













