Permanen atau Sekadar “Tambal Sulam”?
BP Batam menyatakan komitmennya untuk terus menyampaikan perkembangan pengerjaan secara berkala, namun dalih “tanah labil akibat hujan” tidak semestinya menjadi pembenaran atas berulangnya kebocoran di titik yang sama.
Sebagai kota industri mutakhir, pola penanganan infrastruktur air di Batam seharusnya sudah berbasis mitigasi risiko jangka panjang, bukan sekadar penanganan darurat (emergency repair) yang rentan jebol kembali saat cuaca buruk.
Publik kini menunggu langkah konkret dari BP Batam dan PT Air Batam Hilir: Apakah proyek perbaikan kali ini akan disertai dengan penguatan struktur tanah (soil reinforcement) dan pemasangan *support* pipa yang permanen, ataukah masyarakat Batam harus bersiap menghadapi krisis air berikutnya saat hujan deras kembali turun?













