BatamZona Headline

Reaksi Menohok Ahmad Sahroni Soal Polemik SIM Moge Usai Viral Penilangan Ketua DPRD Kepri di Batam

85
×

Reaksi Menohok Ahmad Sahroni Soal Polemik SIM Moge Usai Viral Penilangan Ketua DPRD Kepri di Batam

Share this article
Ahmad Sahroni saat memberikan tanggapan tegas mengenai kewajiban SIM C2 bagi pengendara moge
Ahmad Sahroni kepada wartawan di Batam saat memberikan tanggapan tegas mengenai kewajiban SIM C2 bagi pengendara moge.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Ketua Umum Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI), Ahmad Sahroni, memberikan reaksi menohok terkait legalitas dan kompetensi pengendara motor gede (moge) di jalan raya.

Ketegasan tokoh otomotif nasional ini mencuat di tengah gaduhnya polemik penilangan Ketua DPRD Kepulauan Riau (Kepri), Iman Sutiawan, yang kedapatan mengendarai moge tanpa helm dan SIM di Batam.

BACA JUGA:  WNA Malaysia Ditangkap di Batam, Terlibat Eksploitasi Seksual Remaja 16 Tahun di Hotel Penuin

Sahroni menegaskan, aturan penggolongan SIM baru, termasuk klasifikasi SIM C2 untuk motor bermesin di atas 500 cc adalah hal mutlak yang wajib dipatuhi oleh setiap pemilik moge tanpa terkecuali.

Ia pun menyentil pihak-pihak yang masih menganggap remeh legalitas berkendara motor besar, sekaligus meluruskan logika keliru terkait pengurusan SIM khusus ini.

BACA JUGA:  Korsel Gagal Total di Piala Dunia 2026, Presiden Lee Jae-myung Tuntut Investigasi Skandal KFA

“Awalnya terkait dengan motor besar. Nah karena yang memiliki motor besar harus memiliki SIM tersendiri (C2). Kalau belum punya motor besar tapi pengen punya SIM motor besar, rasanya tidak memungkinkan. Karena belum punya motor besar sudah mau minta SIM motor besar itu kan aneh,” ujar Ahmad Sahroni usai pengukuhan Pengurus Daerah (Pengda) HDCI Kepulauan Riau (Kepri), Batam, dan Tanjungpinang, Sabtu (16/5/2026).

BACA JUGA:  Tak Disangka! Wanita Muda Berambut Panjang Ini Ternyata Spesialis Curanmor di Bengkong Batam

Politisi sekaligus pengusaha yang akrab dijuluki “Crazy Rich Tanjung Priok” ini menambahkan, SIM C2 diciptakan agar para penunggang moge memiliki kompetensi khusus yang tersertifikasi. Menurutnya, mengendarai motor dengan kapasitas mesin jumbo membutuhkan keahlian berbeda demi keselamatan bersama di jalan raya.