NatunaOpiniZona Headline

Skandal Emas Rp4 Miliar dan Ujian Keamanan di Beranda Depan NKRI

771
×

Skandal Emas Rp4 Miliar dan Ujian Keamanan di Beranda Depan NKRI

Share this article

Oleh: Ketua Setya Kita Pancasila (SKP) Riky Rinovsky

Riky Rinovsky
banner 468x60

Natuna bukan lagi sekadar gugusan pulau yang tenang di ujung utara Indonesia. Pertumbuhan ekonomi dan laju penduduk yang kian pesat membawa konsekuensi logis yang tidak bisa kita hindari: meningkatnya dinamika kriminalitas. Kasus pembobolan toko emas milik sahabat kita, Ahmad Sapuari (Anggota DPRD Natuna), dengan kerugian fantastis mencapai Rp4 miliar, adalah alarm keras bagi kita semua.

Namun, di tengah keresahan publik yang sempat memuncak, saya merasa perlu berdiri di barisan depan untuk memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polri, khususnya Satreskrim Polres Natuna.

Sebagai masyarakat, seringkali kita skeptis terhadap pengungkapan kasus besar. Namun, apa yang ditunjukkan tim Satreskrim dalam kasus ini adalah bukti nyata profesionalisme. Respon mereka sangat cepat. Bayangkan, hanya dalam hitungan jam setelah kejadian pada Senin (2/3/2026), polisi sudah mampu memetakan pergerakan pelaku melalui teknologi dan ketelitian lapangan.

Aksi pelaku DN terekam CCTV saat mencongkel jendela atas. (Foto: ist/Gudangberita)

Penggunaan rekaman CCTV di perempatan lampu merah Ranai hingga identifikasi sepeda motor Honda Mio Sporty hitam milik pelaku berinisial DN adalah kerja intelijen dan penyidikan yang sangat rapi. Keberhasilan menangkap pelaku di pelabuhan saat hendak melarikan diri ke Sedanau membuktikan bahwa Polri memiliki “mata” yang tajam di beranda terdepan NKRI ini.

BACA JUGA:  Polisi Sebut Iman Sutiawan Dicegat di Simpang Rosdale, Terjaring Razia Saat Asyik Riding

Bagi saya, keberhasilan ini bukan sekadar soal menangkap maling, melainkan soal mengembalikan rasa aman (sense of security) masyarakat yang sempat terkoyak.

Meski pelaku sudah berbaju oranye, jujur saja, hati saya belum sepenuhnya lega. Ada satu hal krusial yang masih mengganjal: keberadaan barang bukti emas senilai Rp4 miliar yang belum sepenuhnya ditemukan.

BACA JUGA:  Sempat Viral di Medsos, Kasus Curanmor di Bengkong Batam Ternyata Diotaki Remaja Residivis Berusia 15 Tahun

Saya secara pribadi meminta agar penyidik tidak berhenti sampai di penangkapan DN saja. Keadilan bagi korban, Ahmad Sapuari, baru akan tegak sepenuhnya jika aset tersebut kembali secara utuh. Kita tahu, dalam kasus pencurian besar, pelaku seringkali menyembunyikan barang bukti atau melibatkan jaringan penadah.

Harapan saya dan organisasi SKP adalah polisi terus melakukan pengembangan penyidikan secara mendalam. Ungkap siapa saja yang terlibat, ke mana emas itu dilarikan, dan siapa yang menampungnya. Jangan biarkan ada celah bagi pelaku untuk menikmati hasil kejahatannya di kemudian hari.