BatamInvestasiZona Headline

FTZ Cuma Label? Kepri Tersingkir dari Peta Investasi Top Nasional

2263
×

FTZ Cuma Label? Kepri Tersingkir dari Peta Investasi Top Nasional

Share this article
Wali Kota LIRA Batam Herry Sembiring memberikan pernyataan keras terkait polemik Uang Wajib Tahunan (UWT) di Kota Batam.
Wali Kota Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Batam, Herry Sembiring.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), satu-satunya wilayah di Indonesia dengan tiga kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam, Bintan, dan Karimun harus menelan pil pahit.

Dalam laporan realisasi investasi Triwulan II 2025 yang dirilis Kementerian Investasi/BKPM, Kepri kembali gagal menembus lima besar provinsi penerima investasi terbesar di tanah air.

BACA JUGA:  Tragedi Ibu dan Anak di Batu Ampar: Niat Antar Kerja Berujung Kepergian Abadi Ibu Ijah dan Vita

Padahal, Indonesia mencatatkan kinerja investasi yang cemerlang pada kuartal II 2025 dengan nilai total mencapai Rp477,7 triliun, tumbuh 11,5% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dari jumlah itu, Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp202,2 triliun, dengan Singapura dan Malaysia dua negara tetangga yang letaknya paling dekat dengan Kepri masuk dalam daftar lima besar investor.

BACA JUGA:  Sempurnakan Ranperda LAM, Pansus DPRD Rapat dengan Tim Hukum Pemko

Namun ironi justru terjadi: Kepri tak nampak dalam lima besar penerima investasi, baik dari sisi PMA, PMDN, maupun gabungannya.

Dikepung Investor, Tapi Tak Dilirik

Data menunjukkan, Singapura menyuntikkan investasi senilai US$ 4,2 miliar pada kuartal II 2025, menjadikannya investor terbesar. Disusul Hong Kong, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Malaysia.

Namun, realisasi investasi asing terbanyak justru mengalir ke Sulawesi Tengah (US$ 1,8 miliar), disusul Jawa Barat, DKI Jakarta, Maluku Utara, dan Jawa Tengah.