BatamInvestasiZona Headline

FTZ Cuma Label? Kepri Tersingkir dari Peta Investasi Top Nasional

2263
×

FTZ Cuma Label? Kepri Tersingkir dari Peta Investasi Top Nasional

Share this article
Wali Kota LIRA Batam Herry Sembiring memberikan pernyataan keras terkait polemik Uang Wajib Tahunan (UWT) di Kota Batam.
Wali Kota Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Batam, Herry Sembiring.
banner 468x60

Sementara itu, Kepri yang hanya sepelemparan batu dari Singapura dan Malaysia, justru tak tampak di peta kompetisi investasi nasional.

“Ini pertanyaan besar: apakah status FTZ Kepri selama ini hanya jadi label tanpa daya ungkit nyata?” ujar Wali Kota Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kota Batam, Herry Sembiring, Selasa (29/7/2025).

Menurutnya, kelemahan Kepri bukan pada posisi geografis atau branding, tetapi pada tata kelola kawasan, tumpang tindih kewenangan, serta minimnya inovasi kebijakan.

BACA JUGA:  Breaking News: Jembatan 1 Barelang Kembali Mencekam, Operator Perusahaan Melompat, Sehari Sebelumnya Aksi Ibu-Ibu Berhasil Digagalkan

Rekam jejak investasi Kepri dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren naik-turun yang belum stabil. Tahun 2021, Kepri membukukan Rp25 triliun, namun turun drastis menjadi Rp18,2 triliun pada 2022. Sempat naik menjadi Rp20,16 triliun di 2023, lalu melonjak tajam ke Rp47,26 triliun pada 2024 capaian tertinggi sepanjang sejarah Kepri.

Namun tren positif itu tampaknya belum berlanjut di tahun 2025. Pada Triwulan I 2025 saja, realisasi PMA hanya mencapai US$595,6 juta, atau sekitar Rp9,5 triliun. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) juga tergolong moderat, yakni hanya Rp3,69 triliun.

BACA JUGA:  Aturan Baru Berlaku 1 Maret: Pencaker Luar Daerah Tak Lagi Bisa Bikin Kartu Kuning di Batam

Kepri terancam kembali tertinggal jauh dari provinsi-provinsi lain yang tidak memiliki status FTZ, namun mampu menggenjot investasi melalui infrastruktur, pelayanan, dan regulasi yang pro-bisnis.