Gudangberita.co.id, Natuna – Upaya penanggulangan stunting di Kabupaten Natuna menunjukkan hasil menggembirakan. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, prevalensi stunting pada balita menurun dari 15 persen pada 2024 menjadi 13 persen per Mei 2025.
Penurunan ini merupakan buah dari program lintas sektor yang masif dan terkoordinasi, terutama di 11 kecamatan yang telah ditetapkan sebagai lokus prioritas penanganan stunting. Tiga di antaranya adalah Kecamatan Midai, Suak Midai, dan Bunguran Batubi.
Namun, tantangan masih besar. Kepala Dinas Kesehatan Natuna, Hikmat Aliansyah, mengungkapkan bahwa Kecamatan Suak Midai mencatat prevalensi stunting tertinggi sebesar 23,91 persen, disusul Kelarik 18,88 persen. Di sisi lain, Kecamatan Pulau Tiga menjadi yang terendah, hanya 3,92 persen.
“Stunting disebabkan oleh gangguan gizi kronis yang berlangsung sejak remaja, kehamilan, hingga masa menyusui. Banyak ibu yang melahirkan di usia di bawah 19 tahun, saat kondisi tubuh belum matang,” ujar Hikmat.
Ia juga menyoroti tingginya angka anemia pada remaja putri sebagai penyebab awal. Kekurangan zat besi akibat menstruasi tanpa asupan gizi memadai berdampak pada janin, menyebabkan bayi lahir pendek dan tidak menerima ASI eksklusif optimal.













