harris
NatunaZona Headline

Angka Stunting di Natuna Turun, Suak Midai Masih Tertinggi

434
×

Angka Stunting di Natuna Turun, Suak Midai Masih Tertinggi

Share this article
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah. (Foto: Aulia Rahman)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Natuna – Upaya penanggulangan stunting di Kabupaten Natuna menunjukkan hasil menggembirakan. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, prevalensi stunting pada balita menurun dari 15 persen pada 2024 menjadi 13 persen per Mei 2025.

Penurunan ini merupakan buah dari program lintas sektor yang masif dan terkoordinasi, terutama di 11 kecamatan yang telah ditetapkan sebagai lokus prioritas penanganan stunting. Tiga di antaranya adalah Kecamatan Midai, Suak Midai, dan Bunguran Batubi.

BACA JUGA:  Belum Layak Minum, Embung Sebayar Natuna Kini Cuma Disiagakan Momen Darurat

Namun, tantangan masih besar. Kepala Dinas Kesehatan Natuna, Hikmat Aliansyah, mengungkapkan bahwa Kecamatan Suak Midai mencatat prevalensi stunting tertinggi sebesar 23,91 persen, disusul Kelarik 18,88 persen. Di sisi lain, Kecamatan Pulau Tiga menjadi yang terendah, hanya 3,92 persen.

“Stunting disebabkan oleh gangguan gizi kronis yang berlangsung sejak remaja, kehamilan, hingga masa menyusui. Banyak ibu yang melahirkan di usia di bawah 19 tahun, saat kondisi tubuh belum matang,” ujar Hikmat.

BACA JUGA:  Gambut Singkep Barat Masih Membara, Bahaya Terselubung Ini Berada 500 Meter dari Rumah Warga

Ia juga menyoroti tingginya angka anemia pada remaja putri sebagai penyebab awal. Kekurangan zat besi akibat menstruasi tanpa asupan gizi memadai berdampak pada janin, menyebabkan bayi lahir pendek dan tidak menerima ASI eksklusif optimal.