Gudangberita.co.id, Batam – Warga Batuampar dikejutkan oleh temuan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang dibuang sembarangan di lapangan kosong, hanya sepelemparan batu dari SD 002 Batuampar.
Limbah berwarna hitam pekat itu dibiarkan berserakan tanpa pengamanan apa pun, hanya berjarak sekitar 50 meter dari halaman sekolah.
“Kami khawatir anak-anak kena dampaknya. Kalau hujan turun, limbah ini bisa masuk ke rumah atau bahkan ke sekolah,” ujar Dedi, warga sekitar, Rabu (7/5/2025). Ia mengaku limbah itu sudah terlihat sejak Sabtu lalu, namun belum ada tindakan dari pihak pemerintah.
Tidak hanya warga, Walikota Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kota Batam, Herry Sembiring juga menyuarakan kekhawatiran yang sama. Ia menyebut tindakan pembuangan ini sangat membahayakan keselamatan lingkungan, terutama karena dilakukan di area permukiman dan dekat fasilitas pendidikan.
“Transportir limbah B3 itu dibayar mahal, tapi buangnya seenaknya. Ini jelas pelanggaran serius,” kata Herry.
Ia menyebutkan bahwa pengangkutan limbah B3 wajib dilakukan dengan alat angkut tertutup dan sesuai standar keselamatan. Namun faktanya, limbah tersebut dibuang begitu saja, bahkan ada yang terbungkus karung putih yang sudah koyak.











