Gudangberita.co.id, Batam – Di balik megahnya proyek apartemen di jantung Kota Batam, tersimpan kisah kelam pelanggaran lingkungan dan arogansi pengembang terhadap warga sekitar.
Proyek pembangunan Baloi Apartemen, yang digadang-gadang sebagai hunian strategis dengan fasilitas mewah, kini menuai sorotan tajam lantaran menimbun Daerah Aliran Sungai (DAS) Baloi dan mengancam ruang hidup warga.
Warga Perumahan Kezia dan Permata Baloi, yang berada di sekitar proyek tersebut, meluapkan keresahan mereka atas penyempitan badan sungai yang diduga ditimbun demi kepentingan akses jalan apartemen.

Penimbunan yang diklaim sebagai normalisasi itu justru membuat jalur inspeksi berubah fungsi, menjadi jalan permanen yang memotong wilayah sungai dan kini menutup akses warga ke area pemantauan banjir.
“Kami biasa memonitor banjir dari akses ini. Tapi sekarang ditutup spandek,” keluh Ade, Ketua RT 05/RW 06 Kelurahan Permata Baloi, Rabu (16/4/2025).
Warga Lawan, Spanduk Diturunkan Paksa
Merespons ancaman terhadap lingkungan dan kenyamanan permukiman, warga Permata Baloi Cluster Manggo membentangkan spanduk penolakan keras terhadap pembukaan jalan oleh pengembang apartemen. Namun, spanduk tersebut justru diturunkan paksa oleh Satpol PP.










