NatunaWisataZona Headline

Penggiat Wisata di Natuna Sesalkan Vandalisme Situs Geopark

316
×

Penggiat Wisata di Natuna Sesalkan Vandalisme Situs Geopark

Share this article
Vandalisme di kawasan geosite atau hutan lindung rute pendakian Gunung Ranai. (Foto: Gudangberita)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Natuna – Aksi vandalisme mengancam estetika situs Geopark di Natuna. Seperti coret-coretan cat pilok di bebatuan granit Tanjung Senubing hingga tulisan relief di bebatuan Gunung Ranai oleh instansi tertentu.

Aktivis Lingkungan dan Penggiat Wisata di Natuna, Cherman menyayangkan tindakan oknum atau pengujung objek wisata yang melakukan hal tersebut. Menurutnya status Geopark Nasional yang disematkan kepada Natuna harus dijaga.

BACA JUGA:  Bakal Diakui UNESCO, Ini Dampak Besar Status Global Geopark Bagi Ekonomi Masyarakat Natuna

“Perusakan di Geosite Geopark terutama berupa coretan di batuan, baik menggunakan cat maupun diukir dengan semen. Padahal kawasan tersebut bagian dari kawasan yang dilindungi perlu dijaga keasriannya,” sebutnya, Selasa (23/4/2024).

Aktivis lingkungan dan penggiat wisata di Natuna, Cherman. (Foto: Gudangberita)

Selain Geosite Tanjung Senubing, tulisan dan ukiran di batu juga ditemukan di lokasi sepanjang jalur pendakian Geosite Geopark Gunung Ranai.

BACA JUGA:  Krisis Air Batam Kian Suram, PT Air Batam Hilir Didesak Angkat Kaki: Alasan Klasik Bakal Jadi Warisan Budaya?

“Saya berharap kegiatan merusak tersebut tidak dilakukan lagi karena akan memperparah kondisi kawasan, serta menjadi contoh yang buruk karena menjadi kesan negatif bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara setelah melihat ini,” keluhnya.

Yang lebih dikhawatirkan, kata Cherman, status Natuna sebagai wilayah Geopark Nasional akan terancam dicabut hanya gara gara hal seperti ini.