NatunaWisataZona Headline

Penggiat Wisata di Natuna Sesalkan Vandalisme Situs Geopark

318
×

Penggiat Wisata di Natuna Sesalkan Vandalisme Situs Geopark

Share this article
Vandalisme di kawasan geosite atau hutan lindung rute pendakian Gunung Ranai. (Foto: Gudangberita)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Natuna – Aksi vandalisme mengancam estetika situs Geopark di Natuna. Seperti coret-coretan cat pilok di bebatuan granit Tanjung Senubing hingga tulisan relief di bebatuan Gunung Ranai oleh instansi tertentu.

Aktivis Lingkungan dan Penggiat Wisata di Natuna, Cherman menyayangkan tindakan oknum atau pengujung objek wisata yang melakukan hal tersebut. Menurutnya status Geopark Nasional yang disematkan kepada Natuna harus dijaga.

BACA JUGA:  Meninggalkan Pola Lama, Ini Model Pembangunan Baru yang Bakal Diterapkan di Natuna

“Perusakan di Geosite Geopark terutama berupa coretan di batuan, baik menggunakan cat maupun diukir dengan semen. Padahal kawasan tersebut bagian dari kawasan yang dilindungi perlu dijaga keasriannya,” sebutnya, Selasa (23/4/2024).

Aktivis lingkungan dan penggiat wisata di Natuna, Cherman. (Foto: Gudangberita)

Selain Geosite Tanjung Senubing, tulisan dan ukiran di batu juga ditemukan di lokasi sepanjang jalur pendakian Geosite Geopark Gunung Ranai.

BACA JUGA:  Gusur Warga di Tengah Isu Mundurnya Investor, Proyek Rempang Eco-City Tuai Kecaman

“Saya berharap kegiatan merusak tersebut tidak dilakukan lagi karena akan memperparah kondisi kawasan, serta menjadi contoh yang buruk karena menjadi kesan negatif bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara setelah melihat ini,” keluhnya.

Yang lebih dikhawatirkan, kata Cherman, status Natuna sebagai wilayah Geopark Nasional akan terancam dicabut hanya gara gara hal seperti ini.

BACA JUGA:  Saat Bunga Semangkok Hampir Membayar Nyawa, Cerita 4 Warga Natuna Terjebak di Gunung Bedung