BatamHukumKriminalZona Headline

9 Fakta Kasus Perundungan Viral oleh Remaja Perempuan di Batam

1082
×

9 Fakta Kasus Perundungan Viral oleh Remaja Perempuan di Batam

Share this article
N (18), tersangka kasus perundungan (bullying) yang viral di Batam usai diamankan Polresta Barelang. (Foto: ist/Gudangberita)
banner 468x60
  1. Korban ada luka sulut rokok, cakaran dan pukulan

Akibat dari kejadian tersebut korban mengalami luka bekas sulut api rokok di tangan kiri dan dagu, bekas cakar dan lebam di bagian leher, bengkak dibagian kepala, bekas cakar di bagian punggung dan bengkak dibagian pipi kiri. Hal ini laangsung dilaporkan orangtua korban ke Polsek Lubuk Baja.

  1. Keterangan pelaku: saling ejek di messanger
BACA JUGA:  Menanti 15 Tahun Jalur Reguler, Wali Kota Batam Amsakar Achmad Pamit Haji dan Titipkan Pemerintahan ke Li Claudia Chandra

N (18), pelaku yang dihadirkan dalam ekspos kasus mengatakan mereka tak saling kenal. Hanya tahu lewat messanger (facebook). “Dia ngatain saya,” kata N.

Ia kemudian mengajak tiga kawannya untuk merundung dua korban tersebut. “Mereka juga punya masalah. Rz pacarnya direbut si (SR). si A ditantang sama korban (RF),” kata N.

Menurutnya korban (RF) yang chat duluan di messanger. “Dia ngatain saya,” kata N lagi.

  1. ‘Dijual’ ke pria hidung belang
BACA JUGA:  Aksi Spontan Sopir Truk di Batam Selamatkan Nyawa Karyawati Muka Kuning di Baloi Kolam

Ibunda korban (RF) sebelumnya tampak menangis saat dijumpai awak media di Mapolsek Lubuk Baja. Wanita itu mengatakan, anaknya membela sang adik yang mengadu bahwa ia akan dijual ke pria hidung belang oleh para temannya itu.

“Adiknya bilang ia akan dijual oleh para temannya itu. Anak saya tak terima dan menjumpai mereka. Tapi di sana ia dikeroyok,” ucap wanita itu.

BACA JUGA:  Respon Pergantian Kepala BGN, Ketua IARMI Kepri Optimistis MBG Makin Optimal di Bawah Kepemimpinan Nanik Suryati Deyang

Sang adik berhasil menghindar saat kejadian. Korban yang membela adiknya jadi bulan-bulanan.

Mereka sempat ragu untuk melapor karena khawatir akan kembali terjadi kekerasan lagi.