Sebelum turun ke lapangan, mahasiswa akan mendapatkan pembekalan teknis terkait format pendataan serta indikator penilaian kerusakan. Selama proses verifikasi dan validasi, mereka juga akan didampingi oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk memastikan kelancaran dan keamanan di lapangan.
Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Unand untuk terlibat langsung dalam percepatan pemulihan pascabencana di Sumatera Barat.
“Kami Universitas Andalas berkomitmen untuk terus menjadi mitra dan bagian dari solusi, baik dalam proses pemulihan maupun rekonstruksi pascabencana di Indonesia,” kata Efa.
Ia juga mengingatkan para mahasiswa agar menjalankan tugas sesuai dengan pedoman dan aturan yang telah ditetapkan oleh BNPB.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menegaskan bahwa verifikasi data rumah rusak ini menjadi acuan utama dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak.
“Ada lebih dari 20 ribu rumah rusak di Sumbar. Penentuan tingkat kerusakan—apakah ringan, sedang, atau berat—sangat penting sebagai dasar perencanaan pembangunan hunian tetap,” ujar Mahyeldi.








