Gudangberita.co.id – Sumatera Barat kembali menghadapi bencana besar setelah hujan intensitas tinggi mengguyur wilayah ini selama hampir sepekan. Derasnya curah hujan memicu galodo (banjir bandang) di berbagai daerah hingga menyebabkan kerusakan parah dan korban jiwa.
Berdasarkan data sementara BPBD Sumatera Barat, 13 kabupaten/kota terdampak, dengan kondisi terberat terjadi pada Rabu (26/11/2025) sore. Galodo melanda Agam, Kota Padang, Pasaman Barat, Tanah Datar, hingga Solok, membuat akses transportasi terputus dan rumah-rumah warga tertimbun material lumpur.
Juru Bicara BPBD Sumbar, Ilham Wahab, mengungkapkan bahwa hingga Kamis (27/11/2025) siang, ditemukan 9 warga meninggal dunia akibat bencana ini. Beberapa lainnya masih dinyatakan hilang dan tengah dicari oleh tim gabungan di lapangan.
“Data ini dinamis dan masih bersifat sementara. Kemungkinan bisa bertambah, walaupun kita sangat tidak mengharapkan hal itu,” ujarnya.
Rincian korban tewas 3 korban akibat galodo Malalak di Kabupaten Agam, 1 korban di Pasaman Barat, 5 korban di Lubuk Minturun, Kota Padang
Sementara itu, laporan mengenai warga hilang terus masuk dari berbagai daerah, terutama lokasi-lokasi yang sulit dijangkau.
Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Era Sukma Munaf, turun langsung meninjau lokasi galodo di Malalak Timur. Tim BPBD dibantu relawan mahasiswa yang telah mendapatkan pelatihan kebencanaan sebelumnya, menyisir area permukiman, bantaran sungai, hingga jalur yang terisolasi.








