Operasi SAR dipimpin oleh Basarnas dan melibatkan unsur TNI, Polri, BNPB, BPBD, serta relawan. Lebih dari 250 personel dikerahkan dengan fokus pencarian di dua sektor utama, yakni sektor alpha dan sektor bravo.
Pencarian dilakukan menggunakan kombinasi alat berat, pencarian manual, dan pemantauan udara dengan drone UAV untuk mempercepat proses evakuasi korban.
Selain cuaca, medan yang berat dan labil menjadi tantangan utama bagi petugas di lapangan. Berdasarkan pertimbangan teknis dan keselamatan personel, pencarian korban dihentikan sementara dan direncanakan dilanjutkan pada Senin (26/1/2026).
Bencana tanah longsor yang terjadi pada dini hari tersebut tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga menimbun lebih dari 30 unit rumah warga.
Untuk mengantisipasi potensi longsor susulan, sebanyak 232 warga di sekitar lokasi terdampak telah mengungsi ke tempat yang lebih aman, yakni di GOR dan Aula Desa setempat.
BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama lintas instansi gabungan terus melakukan pendataan lanjutan, pemantauan kondisi lereng, serta asesmen dampak bencana di lokasi kejadian.
Seiring dengan upaya pencarian korban, pemerintah juga memprioritaskan perlindungan dan pelayanan bagi para pengungsi.













