NatunaZona Headline

14 Tahun Bertahan di Peringkat 2 Termahal, Kapan Biaya Konstruksi Natuna Bisa Turun?

118
×

14 Tahun Bertahan di Peringkat 2 Termahal, Kapan Biaya Konstruksi Natuna Bisa Turun?

Share this article
Konstruksi bangunan. (ilustrasi)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Natuna – Catatan merah bagi sektor konstruksi dan logistik di Kabupaten Natuna kembali dipertegas oleh rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan laporan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) yang dirilis 30 Januari 2026, Natuna belum beranjak dari posisinya sebagai daerah dengan biaya pembangunan termahal kedua di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

BACA JUGA:  Wacana Nama Baru Simpang di Batam: Antara Marwah Melayu dan Keluhan "Ribet" Netizen

Ironisnya, posisi “juara bertahan” di urutan kedua ini telah terkunci selama 14 tahun berturut-turut, terhitung sejak tahun 2011 hingga 2025. Kondisi ini memicu pertanyaan besar: Sampai kapan biaya pembangunan di beranda terdepan NKRI ini harus terbebani oleh tingginya biaya logistik?

Kepala BPS Natuna, Wahyu Dwi Sugianto, memaparkan bahwa biaya membangun satu unit bangunan di Natuna saat ini 13,96 persen lebih mahal dibandingkan dengan Kota Surabaya sebagai kota acuan nasional.

BACA JUGA:  Laut Natuna Utara Memanas? Pangkogabwilhan I Letjen Kunto Arief Cek Langsung Kesiapan Alutsista Armed dan Arhanud!

Jika dibandingkan dengan kota-kota tetangga yang menjadi pemasok material, ketimpangannya sangat terasa:

5,50% lebih mahal dari Kota Batam.

8,15% lebih mahal dari Kota Tanjungpinang.

12,90% lebih mahal dari Kota Pontianak.

Hanya Kabupaten Kepulauan Anambas yang memiliki nilai IKK lebih tinggi (123,49) dari Natuna, sementara Kabupaten Bintan mencatatkan biaya paling efisien di Kepri (104,08).