BatamLayanan PublikZona Headline

Batam Diguyur Hujan Seharian, Warga Keluhkan Air Bersih Keruh Mirip ‘Teh Obeng’ hingga Muncul Jentik

79
×

Batam Diguyur Hujan Seharian, Warga Keluhkan Air Bersih Keruh Mirip ‘Teh Obeng’ hingga Muncul Jentik

Share this article

Pasca hujan deras di Batam, warga Tiban, Bengkong, hingga Punggur mengeluhkan air bersih yang keruh kecoklatan mirip teh obeng dan berlumut.

air batam kotor
Netizen menumpahkan kekecewaan di media sosial.
banner 468x60

Kondisi yang lebih memprihatinkan disampaikan oleh Renta, warga Batam lainnya. Ia menyebut kualitas air saat ini sudah jauh dari kata layak untuk dikonsumsi maupun digunakan untuk sanitasi. “Air butek, ada jentik, dan ada lumut,” tulisnya singkat.

Krisis kualitas air ini rupanya bukan hal baru bagi sebagian warga. Di Perumahan PKJ Bengkong, kondisi air keruh dan aliran kecil dikabarkan sudah menjadi “makanan” sehari-hari, bahkan sebelum hujan deras Sabtu kemarin melanda.

BACA JUGA:  Dukung Sensus Ekonomi 2026, BP Batam Minta Pelaku Usaha Tak Takut Berikan Data Akurat

Menanggapi penurunan kualitas pelayanan ini, gelombang kritik dari netizen mulai membanding-bandingkan kinerja pengelola air Batam saat ini (PT Air Batam Hilir/ABH) dengan masa konsesi PT Adhya Tirta Batam (ATB) terdahulu.

“Kami di Bengkong Perum PKJ setiap hari seperti itu. Dulu waktu ATB airnya bersih. Semenjak ganti pengelola ini airnya kotor dan kecil alirannya,” cetus Eka, diamini oleh warga Punggur bernama Nanie yang menilai kualitas air saat ini jauh di bawah standar.

BACA JUGA:  Akhir Tragis Pasien Ambeien RS Awal Bros Batam: Dewi Meninggal Dunia, Autopsi Dilakukan Usai Temuan Selang Ventilator Terputus

“Kirain cuma di Punggur airnya begini. Macam air danau asli gak ada penyulingan lagi. Dulu masa ATB yang pegang airnya bening dan segar,” tambah Nanie.

Akibat kekecewaan yang menumpuk dan dinilai lamban diantisipasi, sejumlah warga bahkan mulai menyuarakan aksi protes yang lebih keras demi mendesak manajemen pengelola air segera melakukan pembenahan total pada sistem penyulingan mereka.