“Untuk motif, memang karena iseng dan terobsesi dari tontonan film di televisi. Pembakaran dilakukan selepas waktu salat, dengan cara sederhana: membakar sampah menggunakan korek gas. Tapi efeknya luar biasa meresahkan,” ungkap Kasatreskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Tatang Mulyana.
Total ada 13 titik yang menjadi sasaran sang bocah. Aksinya dilakukan secara acak, diam-diam, dan selalu saat warga tertidur lelap di dini hari menjelang pagi. Untungnya, tidak ada korban jiwa, meski kerugian material cukup membuat warga trauma.
Kini, si bocah sudah dikembalikan ke orang tuanya setelah pihak kepolisian bersama keluarga korban sepakat menyelesaikan perkara ini secara kekeluargaan di Polsek Citamiang.
Kisah ini meninggalkan jejak panjang: rasa syukur karena tak ada korban, sekaligus peringatan keras tentang pengawasan anak-anak di era tontonan digital yang bebas. Sementara itu, di sudut-sudut Sukabumi, api ronda malam tetap menyala. Warga belum sepenuhnya tenang.













