Dipanggil Polisi Usai Komentari Polemik PSN Rempang
Sebelumnya Taba mengaku mempunyai lahan sekitar 18 ribu meter di Sembulang yang dibeli dari kepala desa di sana yang saat ini sudah meninggal.
Setelah 20 tahun tak digarap, dia pun memutuskan untuk berkebun di lahan tersebut. Dia mengaku menanami pohon durian. Dia pun menegaskan bahwa dirinya menanam bukan di kawasan hutan.
“Itu di kampung Sembulang ya, bukan di hutan, di kampung Sembulang di pinggir jalan. Kenapa saya perlu melakukan ini agar jangan sampai ada yang menggulai itu, menggoreng isu itu,” ujarnya.
Taba mengklaim tidak masalah jika tanahnya harus digusur asalkan sesuai aturan berlaku. Namun, dia tak sepakat jika warga yang sudah tinggal di Rempang sebelum Indonesia merdeka harus digusur.
“Nah, yang masalah sekarang itu apa? Itu kan, penduduk tempatan orang yang berlahir, lahir dan beranak pinak di sana, sebelum ada BP Batam dia sudah di kampung itu, maka konsep relokasi dan memindahkan orang itu kan menjadi tidak tepat,” jelas dia.
Konflik ini bermula dari rencana relokasi warga di Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru dalam mengembangkan investasi di Pulau Rempang menjadi kawasan industri, perdagangan dan wisata yang terintegrasi.













