Ia juga menegaskan harapannya agar pemerintah pusat lebih serius mengelola pulau-pulau terluar seperti Senua, agar tidak sekadar jadi batas negara di peta.
“Sekarang kondisinya banyak yang tak terurus. Harusnya instansi seperti BNPP, KKP, Kemenhan, Kemenparekraf, dan BRIN bisa turun tangan,” tegasnya.
Menuju ‘Gili Trawangan’ Versi Natuna
Cherman membayangkan Pulau Senua suatu hari bisa seperti Gili Trawangan di Lombok, di mana patung dasar laut menjadi magnet ribuan wisatawan.
“Kalau di sana bisa ramai karena patung bawah laut, kenapa Natuna tidak? Kami sudah mulai dari hal kecil ini,” katanya.
Dengan tugu sederhana itu, komunitas penyelam Natuna berharap dapat menyalakan cahaya baru di bawah laut—bukan hanya sebagai penanda batas negeri, tetapi juga simbol semangat warga Natuna menjaga laut dan kedaulatan Indonesia.













