Menurut Ng Soon Kiat dari SPH Media Singapura, transisi dari cetak ke media digital dan mobile-first audience telah mengubah distribusi konten. Media kini harus hadir di berbagai platform sosial seperti TikTok, Facebook, dan Instagram dengan format konten yang lebih singkat dan mudah dicerna.
Di sisi lain, Wan Muhammad Aslah Wan Razali dari Bernama Malaysia menekankan pentingnya keterhubungan dengan pembaca muda yang semakin sulit dijangkau.
“Kami harus menyajikan berita secepat mungkin dalam format yang menarik, baik artikel maupun video,” katanya.
Di tengah tantangan ini, pakar jurnalistik Ignatius Haryanto melihat peluang bagi media untuk tetap relevan. “Industri media harus mampu menemukan jalan terang melalui inovasi dan peningkatan kualitas pemberitaan,” ujarnya.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, baik dari sisi regulasi maupun strategi bisnis, diharapkan media massa nasional dapat bertahan dan tetap menjadi penjaga demokrasi serta sumber informasi yang terpercaya bagi masyarakat.







