Target utama termasuk:
- Laboratorium militer AI12 di Haifa
- Pembangkit Listrik Hadera
- Kilang Minyak Haifa
- Zona semikonduktor Kiryat Gat
- Pangkalan komando siber Uda
- Pusat pengembangan rudal Rafael
IRGC menyebut serangan ini sebagai salah satu operasi militer paling presisi dan canggih yang pernah dilakukan Iran, dengan klaim berhasil menghancurkan keseimbangan sistem pertahanan Israel.
Menurut laporan CNN, sekitar 70 warga negara Amerika telah dievakuasi secara diam-diam dari Tel Aviv ke Athena pada Sabtu malam. Pemerintah AS belum mengumumkan status siaga perang, namun pengosongan warga sipil menjadi indikasi meningkatnya risiko konflik berkepanjangan.
Sementara itu, Iran menuduh AS dan Israel sebagai biang keladi eskalasi konflik, dan menyebut bahwa sejak 13 Juni lalu, serangan Israel telah menyebabkan:
- 430 warga Iran tewas
- 3.500 orang luka-luka
- Korban terbanyak adalah perempuan dan anak-anak
“Terima Kasih” ala Trump: Dunia Bertanya-tanya, Iran Bersiap Gelombang Serangan Baru
Unggahan Trump yang bernada seolah ringan namun berbahaya memicu kritik dan kekhawatiran internasional. Banyak pihak menyebut langkah ini sebagai “diplomasi bom”, di mana pesan perdamaian justru dikirim setelah meledakkan target vital musuh.
Pemerhati geopolitik menyebut ini sebagai krisis paling serius sejak Perang Teluk.













