“Untuk korban meninggal dunia (MD) yang tergantung di gondola kedua, diduga terpental keluar dari gondola akibat terpontang-panting angin kencang,” ujar Ekky Maulana.
Evakuasi baru dinyatakan rampung pada pukul 17.25 WIB. Dari total dua pekerja di unit gondola maut tersebut, satu orang dinyatakan meninggal dunia di lokasi, sementara satu rekan lainnya mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi pengelola gedung tinggi di Surabaya mengenai standar keselamatan kerja (K3) saat cuaca buruk. Sebelumnya, BMKG memang telah memberikan peringatan terkait potensi hujan deras dan angin kencang di kawasan Surabaya Barat dan sekitarnya.
Video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan betapa mencekamnya momen saat tubuh petugas tersebut menghantam fasad gedung berkali-kali sebelum akhirnya petugas penyelamat tiba.







