BatamWisata

Tradisi Balimau Kasai 2026: Ratusan Warga Kampar di Batam “Sucikan Diri” Jelang Ramadan 1447 H

87
×

Tradisi Balimau Kasai 2026: Ratusan Warga Kampar di Batam “Sucikan Diri” Jelang Ramadan 1447 H

Share this article
Wali Kota Batam Amsakar Achmad memberikan sambutan di acara Mandi Balimau Kasai di Pantai Bale-Bale, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Selasa (17/02/2026)
Wali Kota Batam Amsakar Achmad memberikan sambutan di acara Mandi Balimau Kasai di Pantai Bale-Bale, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Selasa (17/02/2026)
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Semangat kekeluargaan dan nuansa spiritual menyelimuti Pantai Bale-Bale, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, pada Selasa (17/02/2026). Ratusan masyarakat asal Kabupaten Kampar, Riau, yang bermukim di Batam berkumpul untuk menghidupkan kembali tradisi leluhur, Mandi Balimau Kasai, guna menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Tradisi tahunan ini bukan sekadar prosesi menyiram air limau ke tubuh, melainkan simbol pembersihan lahir dan batin bagi masyarakat Kampar di perantauan. Meski sempat diguyur hujan, antusiasme warga tidak surut, membuktikan bahwa akar budaya tetap kokoh meski berada jauh dari kampung halaman.

BACA JUGA:  Bukan Cuma Helm dan SIM, Moge Ketua DPRD Kepri Ternyata Nunggak Pajak Sejak Februari

Perhelatan tahun ini terasa istimewa dengan hadirnya dua pucuk pimpinan daerah, yakni Wakil Bupati Kampar, Dr. Misharti, S.Ag., M.Si., dan Wali Kota Batam, Dr. H. Amsakar Ahmad, S.E., M.M. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kampar, Misharti, menekankan bahwa Balimau Kasai adalah perekat sosial yang menjaga identitas masyarakat Kampar di tengah modernisasi.

BACA JUGA:  Update Kasus Penggelapan Carolein Parewang: Dua Mobil Belum Ketemu, Polisi Lacak Aliran Uang Gadai

“Tradisi ini bukan sekadar budaya namun pengikat persaudaraan. Saya berharap masyarakat tetap solid, menjaga silaturahmi, dan terus melestarikan Balimau Kasai sebagai warisan berharga,” ujar Misharti di tengah kerumunan warga.