Mendapat laporan tersebut, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Pos SAR Anambas, BPBD, Polres, Koramil, Pramuka Peduli, Tagana, bersama masyarakat setempat langsung bergerak cepat melakukan koordinasi.
Mengingat medan hutan Gunung Samak yang sangat terjal dan kondisi yang sudah gelap gulita, tim memutuskan untuk tidak menggunakan jalur darat. Sebagai gantinya, mereka mengubah strategi dengan mengambil jalur laut menggunakan kapal pompong milik nelayan setempat guna efisiensi waktu.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Pada pukul 01.30 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan ketiga korban di sebuah pondok di sekitar Teluk Rambut dalam keadaan sehat walafiat. Setelah dipastikan aman, para pelajar tersebut langsung dievakuasi dan dipulangkan ke rumah masing-masing pada pukul 02.31 WIB.
Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, S.E., menjelaskan ada tiga poin krusial yang membuat operasi penyelamatan dini hari ini berjalan sukses dan cepat:
Pentingnya Informasi Masyarakat: Keterlibatan warga lokal dan nelayan sangat mempercepat penentuan titik lokasi. Tim bisa langsung fokus ke Teluk Rambut berkat adanya laporan warga yang sempat melihat aktivitas ketiga pelajar tersebut.
Fleksibilitas Jalur Alternatif: Keputusan beralih dari jalur darat yang terjal ke jalur laut menggunakan pompong terbukti memangkas waktu pencarian secara signifikan.













