NatunaZona Headline

THR Cair, Pasar Natuna Bergairah: Akankah Rp18 Miliar Mengendap atau Berputar di Pedagang Lokal?

182
×

THR Cair, Pasar Natuna Bergairah: Akankah Rp18 Miliar Mengendap atau Berputar di Pedagang Lokal?

Share this article
Pedagang UMKM di Pantai Piwang, Ranai, Kabupaten Natuna. (dok. Lanud RSA)
banner 468x60

Harapan Pedagang: Jangan Belanja ke Luar

Bagi para pedagang di pasar Ranai hingga pelosok kecamatan, cairnya THR ASN adalah “nyawa” bagi bisnis mereka. Dengan total Rp18 miliar yang kini berada di tangan aparatur, sektor perdagangan dan jasa diprediksi akan mengalami lonjakan permintaan.

Pemkab Natuna berharap para ASN memiliki kesadaran kolektif untuk memprioritaskan belanja di warung tetangga atau pasar lokal.

BACA JUGA:  Saat Bunga Semangkok Hampir Membayar Nyawa, Cerita 4 Warga Natuna Terjebak di Gunung Bedung

Hal ini krusial mengingat Natuna adalah daerah perbatasan dengan karakteristik fiskal yang terbatas, di mana setiap rupiah yang berputar di dalam daerah akan sangat berarti bagi ketahanan ekonomi masyarakat kecil.

Kepala BPKPD Natuna memastikan seluruh proses penyaluran melalui mekanisme Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) telah rampung secara tertib administrasi dan akuntabel.

BACA JUGA:  Kerja Sama Natuna–Hainan: Angin Segar Bagi UMKM dan Pelaku Usaha Lokal

Prinsip pengelolaan keuangan daerah seperti kepatuhan (wetmatigheid) dan ketepatan (rechmatigheid) menjadi dasar agar hak ASN ini diterima tepat waktu.

Kini, bola panas ada di tangan para penerima THR. Apakah Rp18,2 miliar ini akan menjadi berkah bagi UMKM Natuna, atau sekadar angka yang mampir sebentar sebelum berpindah ke platform belanja luar daerah?

BACA JUGA:  Suplai Air Mati Total di Belasan Wilayah Batam, Begini Update Terbaru dari Lokasi Perbaikan

Kesadaran untuk “Bela dan Beli Produk Lokal” menjadi kunci utama keberhasilan kebijakan ini bagi kesejahteraan seluruh rakyat Natuna.