“Tersangka langsung menuju pintu keluar di tengah kapal sambil mendorong penumpang yang duduk didalam kapal untuk juga keluar,” ujar Kasat Reskrim Polres Anambas, Iptu Rio Ardian.
Saat sudah berada di laut, tersangka dan para penumpang lainnya mengapung sambil berpegangan pada bagian kapal yang masih timbul.
“Kapal dengan kondisi sudah tenggelam. Saat itu ada salah satu penumpang laki-laki yang tersangka tidak mengenalnya berteriak Bang tolongin mamak kami masih di dalam kapal belum keluar bang,” ujar Rio menceritakan pengakuan Musnawi.
Musnawi mengaku saat itu ia tak berdaya, hanya terdiam mengingat kondisi yang tak bisa diatasinya.
“Tersangka hanya diam saja dan tidak melakukan upaya apapun untuk menyelamatkan penumpang yang masih tertinggal di dalam kapal,” ucap Rio lagi.
Sekitar 15 menit terombang-ambing di laut, akhirnya ada kapal motor dari Palmatak yang menghampiri. Saat itu nakhoda dan ABK KM Samarinda langsung melemparkan beberapa jiregen yang bisa digunakan penumpang yang terombang ambing sambil mengapung.
Sekitar 5 penumpang berhasil menuju kapal yang lewat itu dan menyelamatkan diri. Sementara yang lainnya terombang ambing di tengah laut.
“Sepuluh menit setelah itu barulah kapal-kapal speed dan Tim SAR Gabungan dari Bakamla, TNI, Polri dan BPBD berdatangan,” ucapnya.












