Apalagi saat itu mayoritas penumpang adalah seperti PNS asal Matak yang bekerja di Tarempa dan ingin kembali ke Pulau Matak di akhir pekan.
“Jadi ini Jumat, akhir pekan penumpangnya ramai. Sampai ada yang naik ke atap kapal,” sebutnya.
Kapal itu sebelum tenggelam dikatakan Budiman sempat oleng.
Sekda Anambas belum pastikan keseluruhan korban
Sementara itu, Sekda Anambas, Sahtiar mengatakan pihaknya belum memastikan keseluruhan korban dalam kapal tersebut.
“Kami sampaikan hari ini Anambas mengalami musibah dalam transportasi umum KM Samarinda dari Tarempa ke Matak setelah waktu pulang kerja sore,” ucapnya kepada awak media, Jumat (26/7/2024) malam.
Pihaknya sudah melakukan monitoring dan memastikan kejadian tersebut. “Kami belum pastikan total keseluruhan. Hanya saja sampai saat ini yang pasti terdata 40 orang di kapal,” terangnya.
“Tiga orang meninggal. Selebihnya dirawat baik itu di RSUD Tarempa di Siantan dan RSUD Matak. Selebihnya sudah kembali ke ruma masing masing,” tambahnya.
Pihaknya akan terus melakukan monitoring hingga Sabtu (27/7/2024) terkait seberapa banyak jumlah penumpang yang menjadi korban. Selain itu pihaknya akan menerima informasi jika ada yang merasa keluarganya menjadi korban, namun belum pulang.







